WE GOT MARRIED : PART 1

안녕하세요 (annyeong haseyo)......

Bagi yang udah penasaran.... dan gak usah banyak bacot.... ayo ayo dibaca dibaca... Let’s cekidot!!!!!!!!!!!!!


Ingin ku berteriak pada langit tentang kegundahan hati ini,
namun kutakut langit tak mendengarku

Inginku berbisik pada angin tentang resah ini,
namun kutakut bisikanku terbang entah kemana


Klik …. Klik …. Klik ….
“ugh bosan !!!” ujar seorang gadis yang bernama kim so eun itu sembari melayangkan remote tv ke meja yang ada didepannya.
“kau itu kenapa ?” ujar ji yeon yang merupakan sahabat so eun yang lagi asyik mengunyah kripik kentangnya.
“heran, kenapa semua channel isinya kim bum terus. Sakit mataku melihatnya.” Ujar so eun sembari merebut bungkusan kripik kentang milik ji yeon.
“ya iyalah, dia kan sedang naik daun. Lagipula kim bum itu kan tampan sekali, jadi tidak mengherankan kalau dia banyak yang nge-fans.” Ujar ji yeon
“hanya karena tampan? Bukankah masih banyak actor atau penyanyi lain yang lebih tampan?” rutuk so eun yang masih terus mengunyah kripik kentang milik ji yeon.


“geezzz …. Ya Tuhan aku kasihan sekali padamu tidak bisa menikmati pesona kim bum. Apa kau tau dia masuk salah satu pria yang paling ingin dijadikan pacar di Korea.” Tukas ji yeon sambil berbinar – binar.
“itu, yang ingin jadi pacarnya perempuan normal?” Tanya so eun tanpa berdosa
“tentu saja !!! apa kau stress menanyakan hal seperti itu?” ujar ji yeon sembari memukul so eun dengan bantal.
“aww …. Kau !!!!” teriak so eun dan membalas pukulan ji yeon.
….dzigg …. Bak ….buk…bak …… *adegan perang*


Di bar
“hei kudengar besok kau akan mendaftar di universitas ?” ujar salah seorang lelaki yang bernama Onew.
“ya, besok aku harus mendaftar ke universitas, kalau tidak aku tidak akan diizinkan untuk terus jadi artis oleh ayahku.” Ujar seorang laki – laki yang sepertinya sudah dalam keadaan mabuk sembari memeluk 2 gadis di sebelah kanan dan kirinya. Ia adalah kim bum.
“hei sejak kapan kau peduli terhadap perintah ayahmu?” ujar onew sembari tertawa.
“huh …… karena kupikir ini akan menarik. Lagipula aku akan mengambil jurusan sutradara karena ku ingin membuat film.” Tukas kim bum yang masih dalam keadaan mabuk.


“yah baguslah ……” ujar onew datar.
“hei onew, mengapa kau kemari? Dan tidak biasanya kau minum sampai sebanyak itu?” Tanya kim bum yang mulai menyadari keanehan yang terjadi pada temannya itu.
“aku baru saja ditolak oleh seorang wanita” ujar onew dengan mimik muka mengkhawatirkan.
“apa? Hahahahahah ……. Siapa?” Tanya kim bum sembari tertawa.
“kim so eun, dia juga seorang artis. Ini pertama kalinya aku ditolak oleh wanita. Apa aku masih kurang?” tukas onew.
“kim so eun? Kupikir dia tidak menyukai laki – laki.” ujar kim bum
“hah??? Kau bilang apa?” teriak onew yang hampir saja tersedak dengan pernyataan kim bum.
“kau tau? Lee seung gi, jin woon, jung hwa, dll semuanya pernah ditolak oleh dia.” Tukas kim bum.
“dari mana kau tahu?” ujar onew
“tentu saja dari mereka sendiri, kau tau, aku sendiri heran mengapa dia menolak mereka, lagipula wanita seperti itu kau suka, apa tidak ada lagi wanita lain?” ujar kim bum.
“ahhhh ….. begitu yah? Aku memang pernah mendengarnya di infotainment tapi aku kira itu salah ternyata hal itu benar yah? Untung saja aku tidak jadian dengannya. Walaupun cantik tapi kalau penyuka sesama aku tidak mau.” Ujar onew sembari bergidik.
“hahahahhaha ….. sudahlah nikmati saja malam ini.” Ujar kim bum yang kemudian berdiri dan melangkah menuju lantai dansa sembari merangkul kedua gandengannya.


*************
Esoknya ….
Di universitas chung ang ….
So eun berlari – lari di lorong kampus, hari ini dia harus segera menyerahkan beberapa file mengenai pendaftarannya masuk ke universitas chung ang. “ini gara – gara manajer hwang yang tidak membangunkanku.” Rutuk so eun dalam hatinya.

Brukkk …
Terjadi tabrakan antara so eun dan seseorang dan menghasilkan file – file yang telah tersusun rapi itu pun berhamburan di sekitarnya.
“hei apa kau tidak melihat kalau ………. “ ujar so eun menggantungkan kalimatnya karena kaget melihat siapa yang ia tabrak.
“KAU !!!” ujar so eun dan kim bum berbarengan.
“kau buta yah?” Tanya kim bum tanpa wajah berdosa
“apa? Seharusnya aku yang bilang seperti itu.” Ujar so eun
“huh dasar wanita, jelas – jelas kau yang menabrakku. Kau pikir ini pasar ikan? Berlari – lari seperti orang yang pantatnya terbakar.” Ujar kim bum


“lalu mengapa kau tidak menghindar?” teriak so eun
“memangnya aku tau kau akan lewat?” ujar kim bum kembali
“ah sudahlah sekarang Bantu aku untuk membereskan file – file ini.” Ujar so eun sembari mulai mengambil beberapa file yang berantakan dilantai.
“aku masih punya pekerjaan yang lebih penting untuk dikerjakan daripada membantumu.” Ujar kim bum sembari melangkah pergi.
So eun memicingkan matanya ke arah kim bum, ia benar – benar tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan kim bum. Ia kemudian meraih sepatu kets yang sedang ia pakai dan melemparkannya pada kim bum.
Dzig ……
Sepatu kets milik so eun itu pun melayang dan berhasil mendarat tepat di atas kepala kim bum.
“aw ……” teriak kim bum sembari mengusap – usap kepalanya yang terkena sentuhan kasar sepatu milik so eun.
“hei apa – apaan kau? Dasar gadis gila.” Teriak kim bum
“kau tau, suaramu itu seperti kodok, wajahmu juga setengah di bawah standar dan attitudemu seperti gorila !!! Dasar Petapa genit !!!”ujar so eun yang masih terengah - rengah menahan marahnya.


“apa ? hah ……. Petapa genit ?” ujar kim bum yang tak terima diberi julukan seperti itu oleh so eun.
“yaa ….. kau itu seperti petapa genit di komik naruto.” Ujar so eun sambil manyun.
“Kau tau, aku tidak pernah bertemu dengan gadis gila sepertimu sebelumnya. Kau menyamakanku dengan karakter di komik? Hahahahaha ……………kau lucu sekali, kalau begitu kau seperti ubur – ubur di film spongebob.” tukas kim bum yang mulai mendekati so eun.
Wajah mereka pun hanya berjarak sekitar 5 cm, mata mereka beradu dan seperti ada aliran listrik di mata mereka. Tatapan keji.
Suasana memanas sesaat, so eun pun menghela nafas membuat beberapa rambutnya tertiup oleh nafasnya, “heh petapa genit ingat yah aku tidak akan melupakan kejadian ini.” Ujar so eun dengan tatapan yang terus menunjukkan ketidaksukaannya pada orang di hadapannya.
“huh … ubur – ubur stress terserah padamu !!!” balas kim bum yang langsung berbalik meninggalkan so eun sambil tersenyum licik.
So eun membereskan file – file yang bertaburan dilantai itu sembari komat kamit mengutuk kim bum dan langsung menuju ruang yang ditujunya.


**************
NoA Entertainment ….

“WE GOT MARRIED ???” teriak so eun yang berhasil membuat manajer hwang di sampingnya kaget.
“ya aku sarankan kau menerima kontrak ini, lagipula apa salahnya kau mengikuti acara ini.” Ujar manajer lee yang merupakan direktur dari PH tempat so eun bernaung.
“tapi untuk apa? Bukankah karirku sedang bagus? Dan juga aku baru saja menandatangani kontrak drama baru kan?” ujar so eun sembari menginjak kaki manajer hwang mencari bantuan.
“awww …………. Apa – apaan kau?” bisik manajer hwang pada so eun
“sudahlah kau tanda tangani saja, lagipula ini untuk meredam gossip yang beredar saat ini tentangmu.” Ujar manajer lee kemudian sembari menyodorkan berkas berisi perjanjian kontrak tersebut.
“gossip apa? Aku merasa tidak melakukan apapun?” Tanya so eun yang mulai penasaran.


“ah …. Apa kau tidak pernah menonton tv atau browsing internet? Kau tau? Kau digosipkan lesbian karena kau ketauan menolak beberapa laki – laki apalagi di antaranya adalah artis – artis terkenal di korea.” Tukas manajer hwang
“Muo (apa)???” teriak so eun lagi yang masih mampu membuat jantung manajer hwang hampir copot.
“apa kau tidak bisa lebih santai so eun? Kalau begini terus aku bisa kena serangan jantung mendadak, sekarang saja jantungku sudah turun hingga perut dalam” Gerutu manajer hwang sambil memegangi jantungnya *emang bisa?*
“de ….. mianhe … aku hanya kaget saja, lagipula mengapa hal tersebut perlu diributkan? Aku menolak mereka karena aku punya alasan, bukan karena aku penyuka sesama jenis.” Ujar so eun mencoba membela diri.
“iya kami tau, karena itu sebaiknya kau terima saja kontrak ini, lagipula ini kan hanya acara reality show tapi kuyakin ini bisa membantumu untuk menghilangkan image buruk seperti itu.” Ujar manajer lee
“ahhhhhhhh …. Memangnya aku berpasangan dengan siapa?” Tanya so eun
“memangnya kau tidak pernah menonton acara ini?” Tanya manajer hwang
“memangnya kenapa? Lagipula akhir – akhir ini aku malas menonton tv, aku malas kalau harus menonton si petapa genit itu terus setiap hari, mataku bisa – bisa langsung katarak.” Ujar so eun menggerutu
“kau tidak akan diberitahu siapa pasanganmu karena nanti kau akan tau sendiri kalau kau sudah bertemu. Semuanya dilakukan supaya pertemuan pertama kalian bisa lebih natural.” Tukas manajer lee
“acara macam apa itu? Lagipula bagaimana bisa, kalau aku salah orang bagaimana?” ujar so eun.
“ahhhh …. Lagipula pasanganmu juga seorang artis, kau tanyakan saja apa dia pasanganmu di we got married?” tukas manajer hwang
“iya benar, semuanya harus terjadi secara natural tanpa skenario.” Ujar manajer lee menambahkan
“ahhhh …. Baiklah jika kalian pikir ini baik, tapi berapa lama aku mengikuti acara ini?” ujar so eun.


“kau harus menjalani pertemuan pertama, pendekatan, pernyataan cinta kemudian menikah dan menjalani kehidupan sebagai suami istri, tergantung dari hasil rating. Tapi tenang saja itu semua hanyalah pura – pura. Tapi di acara lain yang tidak berhubungan dengan acara ini pun kau harus memiliki cara untuk mempromosikan acara ini.” Jelas manajer lee
“seperti nyata saja, mungkin kalau lebih disempitkan pengertiannya bahwa aku harus berpura –pura menikah dengan pasanganku?” ujar so eun berusaha lebih memperjelas keadaan.
“ya benar. Ternyata kau pintar sekali so eun.” Ujar manajer hwang
“tentu saja, aku kan calon sutradara.” Ujar so eun sembari tersenyum membanggakan diri.
“baiklah so eun apa kau setuju?” Tanya manajer lee berusaha memastikan.
“de ……… aku setuju. Kapan aku mulai syuting?” ucap so eun
“mungkin lusa.” jelas manajer lee yang kemudian menyodorkan pulpen pada so eun


So eun pun dengan mantap menandatangani perjanjian kontrak tersebut, tapi entah kenapa dia merasa agak tidak enak tapi perasaan itu ia abaikan kemudian.
”by the way si petapa genit itu siapa?” Tanya manajer hwang dengan muka autis
So eun yang ditanya hanya merinding dan tidak mengucapkan sepatah katapun.



KingKong Entertainment …

“mengapa aku harus mengikuti acara seperti itu? Apa untungnya bagiku?” ujar kim bum pada manajernya.
“ini untuk memperbaiki imagemu sebagai playboy yang tidak berperasaan dan dingin. Dengan mengikuti acara ini kau bisa memperlihatkan sisi lainmu, kalau kau bertanggung jawab dan kau bisa menjalani kehidupan pernikahanmu dengan baik.” ujar manajer park
“ya tapi bukan dengan ini caranya kan? Lagipula aku tidak merasa sebagai seorang playboy, buktinya seumur hidupku aku tidak pernah berpacaran?” tukas kim bum
“ya, tapi bagaimana dengan gadis – gadis yang selalu menemanimu setiap malam???” Tanya manajer park
“ahh …mereka hanya teman, lagipula mereka bukan pacarku.” Elak kim bum
“ya terserah kau sebut apa mereka, tapi kuharap kau bisa mengikuti acara reality show ini karena mungkin ini akan membantu karirmu.” Ujar manajer park
“karirku di dunia musik kan sedang bagus. Lagu – laguku menduduki chart – chart nomor 1 di Korea, terlebih laguku sudah sampai ke Jepang dan Amerika, apa yang perlu kuperbaiki?” jelas kim bum mencari pembelaan


“aku akui kehebatanmu di dunia musik, tapi bagaimana dengan drama – dramamu?” ujar manajer park menghakimi.
“ya aku tau ratingnya memang tidak terlalu memuaskan, tapi memangnya apa hubungannya dengan acara ini?” ujar kim bum
“reality show ini sedang banyak digandrungi, bahkan di luar negeri pun terkenal. mereka melihat via online, nah ini kesempatan bagus untukmu. Kalau kau berhasil di reality show ini aku yakin di bidang acting pun karirmu akan bagus.” Tukas manajer park


“maksudmu semacam aji mumpung?” Tanya kim bum mencoba memperjelas.
“ya mungkin, bagaimana apa kau setuju?” ujar manajer park berusaha memastikan.
“mmmm ………. Bagaimana prosedurnya?” Tanya kim bum yang kelihatannya sudah mulai tertarik dengan penawaran manajer park
“mudah saja kau hanya harus menjalani pendekatan sampai akhirnya kau dan pasanganmu menjalani kehidupan seperti suami istri, soal waktu tergantung dari kebutuhan. Tapi ingat semuanya harus secara natural. Reality show ini menunjukkan bagaimana kehidupan rumah tanggamu nanti walaupun tidak dengan pasanganmu di acara ini.” Tukas manajer park panjang tapi tak lebar.


“lalu kapan aku mulai syuting?” Tanya kim bum kemudian
“kalau tidak ada halangan mungkin lusa. Bagaimana apa kau tertarik?” Tanya manajer park
“kurasa ini menarik, jadi tidak ada salahnya.” Ujar kim bum yang langsung menandatangani kontrak tersebut.


****************
Di tempat antah berantah (SMA SHINHWA)….
“pelajaran selesai, jangan lupa minggu depan akan ada ulangan jadi kuharap kalian belajar dengan tekun.” Ujar seorang wanita yang berprofesi sebagai guru kimia di suatu high school. Terlihat dari postur tubuh dan wajahnya ia masih sangat muda.
“baik ibu guru silva.” Ujar murid – murid yang di hadapannya serempak.
“oh iya rahmi, aku pernah berjanji untuk memberikanmu hadiah untuk siswa yang berhasil mendapatkan nilai paling tinggi bukan? Kalau begitu ini aku memberikanmu ensiklopedia terbaru.” Ujar ibu silva.
“ah terima kasih bu.” Jawab rahmi sembari memainkan kacamatanya
“kemarilah.” Ujar ibu silva kemudian.
Siswi yang mengaku bernama Rahmi ini pun maju menghadap ibu silva dan mengambil hadiah berupa ensiklopedia tersebut dan dengan bangga ia memperlihatkannya pada teman – temannya. Kemudian ia pun duduk kembali menuju tempat duduknya.
“baiklah, selamat siang anak – anak.” Ujar ibu silva disertai dengan langkah kakinya menuju keluar kelas tersebut.

Pletak …..
Lemparan sebuah penghapus pun mendarat mulus di kepala rahmi yang tak lain pelakunya adalah sahabatnya yang paling stress yaitu Nenden biasa dipanggil nden (tukang surabi).
“awww …. Deo (kau) …… muo (apa)???” teriak rahmi yang langsung menghadap ke belakang dan melirik si pelaku.
“coba lihat ensiklopedianya.” Ujar nden.
“ah iya aku juga mau lihat.” Ujar lulu sahabatnya satu lagi yang paling baik dan imut di antara mereka (gk usah protes hahahahaha *lulu…….)(dasar yang nulis gila ini mah… tidak adil *nden)
“aishhhh …. Cuci dulu tangan kalian, ini kan baru jadi tidak boleh terkontaminasi oleh hal – hal aneh seperti kalian berdua.” Ujar rahmi dengan nada lancar dan sepertinya tulus dari dalam hati sambil menunjuk nden dan lulu.
“ah ….. tenang saja aku terhindar dari berbagai kuman dan virus yang ada bahkan yang belum ada pun.” Ujar nden sembari merebut ensiklopedia itu dari tangan rahmi.
“tentu saja kau terhindar dari kuman karena mereka takut padamu nden.” Ujar lulu dengan jujurnya.
“ah aku juga mau ensiklopedia seperti ini, tapi nilai kimiaku selalu tidak lebih dari B. kau selalu mendapat nilai sempurna. Kau juga beruntung sekali karena kau pernah mengikuti olimpiade kimia dan fisika tingkat sma di korea.” ujar nden yang masih membuka – buka ensiklopedia itu.(fitnah itu mah) (bener2 fitnah ini.... seumur hidup gak pernah nyentuh pelajaran kimia *rahmi)
“de ……. Tapi itu juga karena aku kerja keras untuk belajar iya kan?” ujar rahmi.
“ugh …. Nden kau harus melihat aku, aku selalu mendapatkan nilai C terkadang D tapi aku tidak apa. Lagipula aku rasa belajar itu sepertinya merugikan bagi dunia.” Ujar lulu
“maksudmu?” Tanya rahmi sembari menaik turunkan kacamatanya.
“setiap kita belajar kita harus membaca buku bukan? Buku terbuat dari kumpulan kertas, kertas terbuat dari serat kayu dan serat kayu tentu saja berasal dari pohon. Untuk itu harus menebang pohon. Dan hasil dari banyaknya menebang pohon akan menyebabkan seperti longsor, banjir, global warming, dll. Karena itu belajar secara tidak langsung menyebabkan bencana. Jadi kesimpulannya STOP BELAJAR !!!” tukas lulu sembari berdiri dan mengepalkan tangan terlihat sekali dari sorot matanya ada kobaran api semangat.
“ada penjelasan yang lebih normal?” Tanya nden
“huh …. Lebih baik kita ganti topik saja.” ujar rahmi sembari memonyongkan bibirnya.
“oke …. Ayo kita bicarakan mengenai kim bum saja.” Ujar nden berusaha menyodorkan topik yang paling ia sukai.
“ah lebih baik tentang kim so eun saja.”ujar lulu
“ah saat istirahat kan kita sudah membicarakannya mengenai gossip kalau dia lesbian. Sekarang giliran kita bicarakan ketampanan kim bum yang semakin aduhai, bohai, dan adeboyyy.” Ujar nden yang terlihat sekali wajah mupengnya.
“tapi pembahasan mengenai unnie so eun kan belum selesai karena keburu masuk.” ujar lulu yang masih mempertahankan pendapatnya.
“sudahlah kita bicarakan kalau kim bum dan kim so eun menikah saja.” ujar rahmi mencoba menengahi kedua sahabatnya itu.
“HAH ???” teriak lulu dan nden berbarengan saking kagetnya.
“kenapa kalian? Hal itu mungkin – mungkin saja kan?” ujar rahmi
“mmm …. Benar juga yah? Mereka kan sama – sama cakep pasti akan serasi sekali iya kan?” ujar lulu
“ah …. Itu pun kalau unnie so eun terbukti bukan lesbian.” ujar nden
Pletak ….
Sebuah jitakan lembut tapi mantap mendarat di jidat nden yang berasal dari tangan mulus lulu yang mencoba membela idola kesayangannya.
“kau ….. kenapa menjitakku?” Tanya nden yang merasa tidak terima dengan jitakan lulu
“unnie so eun tidak lesbian. Aku yakin ada alasan yang tepat kenapa dia tidak menerima laki – laki yang menembaknya.” ujar lulu membela
“ah sudahlah bagaimana kalau kita membuktikannya?” ujar rahmi
“bagaimana caranya?” Tanya nden
Nden dan lulu pun mulai mendekatkan wajah mereka dekat dengan rahmi. Rahmi pun tersenyum simpul ia telah menemukan ide. Triing ……*ceritanya ada lampu di kepala rahmi*


********************
Hari yang katanya lusa itu pun tiba ……

“kenapa pasanganku lama sekali? Aku menunggunya sudah hampir setengah jam disini.apa benar tempatnya disini?” Rutuk so eun dalam hatinya sembari mengaduk – aduk cappuccino dihadapannya. Kemudian ia pun merogoh sesuatu di dalam tas nya. Cellphone berwarna putih dengan gantungan boneka kecil berbentuk shikamaru ikut menghiasnya.
“yoboseyo …” sapa seseorang yang dihubungi oleh so eun yang ternyata adalah produser dari reality show We Got Married ini yang bernama enno.


“hai eonnie enno apa benar aku harus menunggu di STARBUCKS CAFÉ jam 09 pagi hari ini?” Tanya so eun berusaha memastikan.
“ya benar.” Ujar enno.
“lalu mengapa yang akan menjadi pasanganku belum muncul juga?” ujar so eun protes.
“ahhh ….. iya tadi pasanganmu menghubungiku kalau dia mungkin akan telat datang karena dia ingin mempersiapkan sesuatu untukmu dulu, tapi tenang saja aku sudah memberitahunya di mana posisimu dan mungkin sebentar lagi ia akan tiba di sana.” Tukas enno berusaha menjelaskan situasi.
“oh … kalau begitu baiklah, aku akan bersabar menunggu.” Ujar so eun dan memutus hubungan teleponnya dengan produser enno.

Tak lama kemudian ……
Seorang laki – laki memakai jas putih sambil membawa buket bunga itu pun datang diiringi beberapa pengamen jalanan sambil menyanyikan sebuah lagu ….
“A love deeper than my tears
With only you
No matter how many things
Even if I’m reborn
Will you feel insettled? I wonder
I love you more than anyone
Inside my heart,
Because you live in my heart
I’m going to meet you now”

So eun pun melirik ke belakang dan iringan lagu terhenti ketika mata mereka saling beradu …
“Oh my God I can’t believe what I see !!!” ujar mereka berdua berbarengan.


“sedang apa kau di sini?” ujar kim bum dengan mata terbelalak melihat wanita yang ada di hadapannya.
“aku sedang menunggu pasanganku di program baruku, memangnya kau sendiri sedang apa di sini?” Tanya so eun balik
“apa programmu we got married?” ujar kim bum sembari menyipitkan kedua matanya
“I …. Iya … kenapa kau tau? Atau jangan – jangan ????” gumam so eun yang mulai terlintas di benaknya sesuatu yang tidak dia inginkan.
“ahhh …. Sial …. Mengapa harus kau yang menjadi istriku?” ujar kim bum berusaha menghakimi
“apa? Tidak mungkin, bagaimana mungkin kau adalah suamiku?” ujar so eun yang masih belum bisa menerima kenyataan pahit yang terjadi.
“apa Korea sudah kehabisan artis yang cantik dan terkenal? Mengapa pasanganku harus kau? Ah mengapa aku harus sial sekali” ujar kim bum sembari mengacak – acak rambutnya.
“apa? Kau pikir aku pun mau kau yang jadi pasanganku? Hah …. Kalau kutahu pasanganku adalah kau, aku tidak akan pernah mau ikut acara ini.” Ujar so eun yang mulai mensejajarkan posisinya dengan kim bum.
Mereka pun saling beradu kekuatan mata, pengamen jalanan yang ada di sekitar mereka mulai merasakan situasi yang tidak enak dan untuk menghindari hal yang buruk mereka pun kabur.
“aku akan membatalkan kontrak ini.” Ujar so eun mantap dan meraih tasnya di meja.
“hei kau mau kemana?” ujar kim bum.
“aku akan mendatangi Kantor MBC, aku harus membatalkan kontrak ini.” Ujar so eun
“aku ikut.” Gumam kim bum
“pakai mobil masing – masing.” Ujar so eun
“kau pikir aku akan menumpang padamu.” Ujar kim bum
sementara itu candid kamera terus mengikuti kegiatan mereka, “hei afla sekarang kita harus bagaimana? Mereka sepertinya tidak mau melanjutkan?” ujar nadya selaku kameramen.
“ah ayo kita ikuti mereka saja.” Ujar afla dan bersiap mengemudikan mobilnya.

di kantor MBC
Brakkk …… *kim bum menggebrak pintu*
“produser enno, aku tidak terima kalau pasanganku adalah dia.” Ujar so eun marah.
“ya pokoknya aku akan membatalkan kontrak ini.” Ujar kim bum kemudian
“tenang …. Duduk dulu kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin.” Ujar enno berusaha mengontrol situasi.
So eun dan kim bum pun duduk.
“baiklah apa masalahnya?” ujar produser enno membuka pembicaraan.
“kalau kau mau aku menjadi talent di programmu, aku harap kau mengganti pasanganku, kalau tidak aku akan mundur.” Ujar so eun
“ya benar.” Kim bum ikut mengangguk
“ah …. Tapi apa alasannya?” tanya produser enno
“mana mungkin aku harus berpasangan dengan artis yang digosipkan lesbian seperti dia.” Ujar kim bum to the point sambil menunjuk kearah so eun.
“apa ? kau bilang aku apa? Lesbian? “ teriak so eun yang tidak terima dengan pernyataan kim bum.
“ya lalu apalagi? Kau pikir aku gila mau berpasangan dengan wanita lesbian? Apalagi perilakumu yang kasar dan suka berteriak – teriak seperti tarzan di hutan singkong” Ujar kim bum menghakimi ..
“ya (hei) ………. Kau pikir aku mau berpasangan dengan laki – laki yang sering gonta ganti pacar dan attitude yang buruk sepertimu?” teriak so eun lagi berusaha mengimbangi.
“hei aku tidak berpacaran dengan mereka, lagipula lebih baik wanita – wanita itu daripada kau.” Tukas kim bum membela diri.


“hah ? tidak berpacaran? Kau pikir aku tidak tau setiap hari kau selalu bersama dengan wanita – wanita yang berbeda kemudian pergi ke bar mabuk dan menginap di hotel” tukas so eun kemudian sambil tersenyum menyindir.
“hei aku tidak serendah itu, enak saja kau mencapku seperti itu. Kau pikir aku lelaki apakah? Memangnya kau wanita baik – baik?” ujar kim bum
“geez ……. Hei asal kau tau aku bukan lesbian dan aku berteriak – teriak hanya pada orang – orang sepertimu.” Ujar so eun dengan nada yang lebih rendah.
“benarkah? Aku tidak percaya kau seperti itu.” Gumam kim bum diselingi senyum picik.
“STOP !!! ini adalah ruanganku dan di sini yang berhak berteriak hanyalah aku !!!” teriak produser enno sambil berdiri dan menggebrak meja.
So eun dan kim bum pun langsung kaget melihat aksi produser enno, mereka pun diam.
“baiklah, so eun kalau kau memang bukan seperti yang dituduhkan kim bum dan kim bum tidak seperti yang dipikirkan so eun maka buktikanlah.” Gumam produser enno menengahi.
“tentu saja aku bisa membuktikannya.” Gumam so eun sembari memainkan bibir tipisnya.
“kalian harus membuktikan pada masyarakat korea bahwa kalian tidak seperti yang mereka pikir selama ini bagaimana?” Tanya produser enno.
“bagaimana caranya?” ujar so eun dan kim bum berbarengan lagi.
“hahahah …. Kalian memang kompak dan serasi sekali, tidak salah aku memilih kalian sebagai talent musim ini.” Ujar produser enno.
“hah …. Tidak mungkin! Sudahlah apa rencanamu?” gumam so eun
“kalian harus tetap mengikuti acara ini, tunjukkan kalau kau bukan penyuka sesama jenis dan kau bukanlah playboy yang memiliki perangai buruk. Bagaimana?” ujar produser enno berusaha membujuk dengan halus.
“maksudmu?” Tanya kim bum yang masih belum mengerti disertai anggukan dari so eun.
“jika kalian mengikuti acara ini otomatis kalian harus bersikap seperti orang yang sudah menikah dan ini bisa membuktikan bahwa so eun bukan penyuka sesama jenis kemudian kau bisa bertanggung jawab terhadap istrimu, apa kalian mengerti?” tukas produser enno.
“ah … iya aku mengerti, tapi tetap saja aku tidak mau dengannya.” Ujar so eun.
“huh … apa kau takut terhadapku? Atau jangan – jangan kau memang lesbian?” ujar kim bum dengan senyum piciknya.
“tentu saja tidak, kenapa aku harus takut padamu?” teriak so eun lagi.
“lalu mengapa kau masih tidak mau, aku setuju, aku akan membuktikan kalau aku tidak seperti yang kau pikir.” Tukas kim bum.
“baiklah kalau begitu aku setuju.” Ujar so eun tegas.
“baiklah kalau begitu, besok adalah date kalian yang kedua. Aku akan menghubungi kalian berdua lagi nanti. Sekarang kalian boleh pergi.” Ujar produser enno.
“sepertinya ini akan semakin menarik.” Ujar kim bum dengan senyum mautnya.
“kita lihat saja nanti petapa genit !” ujar so eun yang juga diselingi senyum cantiknya.


TO BE CONTINUED


Segini dulu yahhh ceritanya.... kayaknya pada ngakak nih bacanya.... *yang nulisnya juga gila... heheheh *pissss Lulu..... ^^v

Jangan lupa untuk mencantumkan kritik dan sarannya yahhh..... supaya kami semangat buat ngelanjutin ceritanya..... 고마워 친구 (gomawo chingu)

Ide cerita: Lulu, Nden, Rahmi
Penulis: Lulu
Editor: Nden
Penyunting Akhir: Rahmi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

ria ien mengatakan...

ceritanya asik banget dan kim bum disini kelihatan mau tapi pura" nga mau sama juga kaya kim so eun and kim so eun cantik banget disini and aku suka ceritanya jadi lanjutin lagi yaaaaa ceritanya,,,,,
by... rhia forever minho

Posting Komentar